Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kebahagiaan. Karena bahagia ini
yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan. Menurut penelitian, orang
yang hari-harinya diliputi kebahagian, hidupnya lebih optimis dibanding
orang yang biasa-biasa saja, yang cenderung pesimis. Ingat, kesuksesan
hanya dimiliki oleh orang-orang yang optimis. Adapun yang menjadi
indikasi seseorang mudah mencapai kesuksesan karena beberapa sebab.
Pertama,
kuatnya iman. Dapat dipastikan seseorang yang kuat imannya kuat pula
tekadnya. Sebesar apapun persaingan tak menjadikan dirinya gentar.
Kedua, tidak bergantung pada mahluk. Dia meyakini betul dengan
bergantung pada mahluk maka kekecewaan yang terjadi. Di musim pemutihan
atau musim PHK misalnya. Seseorang yang berjiwa optimis tidak terlalu
menghiraukan apakah dirinya kena PHK atau tidak. Yang jelas, bagaimana
caranya untuk tetap bekerja sebaik mungkin. Ketiga, tampil apa adanya
atau just the way you are. Orang yang tampil apa adanya orientasinya
bukan pada penilaian mahluk melainkan pada Allah SWT. Mau dipuji atau
tidak dipuji tetap bahagia. Keempat, jangan sebel sama orang lain.Rasa
tidak suka pada orang lain pasti pernah dialami setiap orang.Bagaimana
rasanya? justru tambah sengsara.Mau bertegur sapa malas karena sebel.
Mau ada kepentingan pun lebih baik dibatalkan karena sebel.
Ujung-ujungnya sengsara yang terasa.Maka benarlah musuh satu terasa
banyak dibandingkan dengan teman seribu. Kelima, mudah memaafkan. Orang
yang bahagia hidupnya penuh dengan kelapangan.Setiap ada perlakuan yang
tidak mengenakan dari orang lain serta merta memaafkan. Karena percuma,
mau dibuat sebel juga sudah terjadi. Keenam, menjauhkan diri dari dosa.
Ini sudah menjadi kewajiban bagi kita selaku muslim.Karena dosa inilah
yang akanmenguragi amalan. Syukur-syukur kalau ada sesuatu yang
mendatangkan pahala jika tidak, kita tekor. Nah, untuk itu saudaraku,
mari kita hiasi hidup kita yag sebentar ini dengan kebahagiaan. Kuatkan
iman, jauhkan diri dari bergantung pada mahluk, tampil apa adanya,
jangan sebel sama orang lain, mudah memaafkan, dan menjauhlah dari dosa.
Semoga Allah tetap menggolongkan kita menjadi hamba-Nya yang bertakwa.
Amin. Wallahu a'lam bishshawwab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar